Selamat datang di Blognya Radzied ya, have fun semuanya. ^^.

Total Tayangan Halaman ini

29 September 2008

ESSAI : Anak Jalanan

Diposting oleh Nami na teh Radzied..


Terik matahari sangat menyengat kulit, membuat setiap butir peluh keluar dari pori-pori kulit. Suasana jalanan dekat pasar begitu riuh, banyak sekali orang berlalu lalang. Pedagang, pembeli, kuli angkut, pejalan kaki dan yang lain membuat mata yang memandang tidak bisa fokus memperhatikan satu hal. Suara di tempat itu begitu riuh, pedagang yang menjajakan dagangannya, pembeli yang menawar harga barang, kuli angkut yang menawarkan jasanya, ada juga yang bercerita kesana kemari.

Dari semua suasana itu, ada anak-anak berpakaian kumal berlalu lalang diantara
banyak orang. Ada yang mengadahkan tangannya sambil memelas, ada yang berlari mengejar ibu-ibu yang membawa banyak barang, mendekati kemudian orang itu bernyanyi. Mereka-mereka itu adalah anak-anak yang orang sebut sebagai anak jalanan.

Anak jalanan? Pikiran yang pertama ketika mendengar nama itu adalah sosok yang tak mengenakan.

Yah...itulah anak jalanan, sering sekali memberikan sugesti negatif pada sekian banyak orang. Padahal, mereka tak seburuk seperti yang orang bayangkan.

Ada sebagian dari mereka terpaksa manyandang nama “Anak Jalanan” karena nasibnya yang kurang beruntung. Mereka yang merupakan usia anak sekolah tak bisa mereguk haknya untuk mendapat pelajaran di bangku sekolah karena hidupnya harus dihabiskan untuk mencari nafkah. Memenuhi kebutuhan hidup yang mungkin sulit untuk dipenuhi.

Itulah anak jalanan. Manusia yang paling tangguh, anak yang hebat. Padahal menurut pemerintah, usianya belum termasuk usia produktif. Namun mereka justru termasuk orang-orang yang produktivitasnya tak diragukan lagi.

Meskipun begitu, memang predikat anak jalanan itu selalu memberikan sugesti negatif. Hal tersebut karena perbuatan dan sifat dari sebagian anak jalanan itu sendiri. Tak sedikit, atau justru sebagian besar dari anak jalanan mendapatkan nafkah mereka dengan cara yang salah. Mencopet, meminta-minta, menipu, mencuri, dan perbuatan-perbuatan yang negatif lainnya.

Kerap anak-anak jalanan itu mencari nafkah bukan untuk memenuhi kebutuhan primer (sandang, pangan, papan), tapi hanya untuk memuaskan kebutuhan yang sebenarnya bukan prioritas kebutuhannya. Karena hidup mereka liar dan tempat mereka di jalanan, membuat mereka sangat dengan gampangnya terjerumus kedalam hal-hal yang negatif.

Judi, merokok, mabuk-mabukan, pesta seks, bahkan sampai pada kepemakaian narkoba di kalangan anak-anak jalanan sudah menyebar dan menjangkit tubuh-tubuh mereka yang membuatnya menjadi ketergantungan pada barang haram itu. Padahal uang yang mereka dapatkan itu dicari dengan sangat susah payah. Tapi mereka menghabiskan uang yang mereka dapatkan itu di jalan yang salah.

Perbuatan-perbuatan tersebutlah yang membuat orang-orang memberikan sugesti negatif. Kejelekan orang memang akan lebih menarik perhatian daripada kebaikannya. Dan kejelekan-kejelekan itulah yang membuat anak-anak jalanan lebih identik dengan anak-anak nakal.

Walaupun predikatnya buruk disandang oleh para anak jalanan, namun kita juga harus tahu bahwa tidak semua anak jalanan adalah anak yang nakal.

Anak jalanan...

Anak yang sepanjang hidupnya lebih banyak dihabiskan dijalanan untuk mencari uang. Berusaha memenuhi kebutuhan yang tak bisa dipenuhi oleh orang-tuanya. Mendapat kebahagiaan juga kesedihan dijalanan.

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkah berkomentar disini..
saran boleh asal jangan menjatuhkan yaaaa,, xixixi..